S’lamat Datang Emerson, Lake & Palmer

Senin (26/7) dini hari WIB tadi band rock progresif yang mendominasi dunia tahun 1970-an, ELP (Emerson, Lake & Palmer) reuni di panggung High Voltage Festival di London, Inggris. Dalam rangka reuni itu, ELP merilis singel ”Touch and Go 2010”, sebuah hit yang diperbarui yang diambil dari album Emerson, Lake and Powell (1986) serta kompilasi A Time and A Place yang terdiri dari empat CD berisikan lagu-lagu konser mereka yang belum pernah dirilis.

ELP terdiri dari Keith Emerson (kibor), Greg Lake (gitar/bas/ vokal), dan Carl Palmer (perkusi). Sepanjang karier mereka menjual lebih dari 35 juta album dan melancarkan konser menghebohkan. Mereka bubar tahun 1978 dan reuni kembali tahun 1991. Namun, setelah bertahan tujuh tahun, bubar lagi tahun 1998.

Konser di London disiapkan ELP sejak tahun lalu sebagai penanda penting untuk memulai petualangan baru. ”Tadinya kami mau reuni tahun lalu, tetapi salah satu tangan Keith sakit sehingga rencana tertunda,” ujar Palmer, yang tiga tahun silam bergabung lagi dengan band lama dia, Asia, bersama personel lama: John Wetton, Geoff Downes, dan Steve Howe.

Uniknya, Emerson dan Lake sepanjang 2010 melancarkan tur An Intimate Evening with Keith Emerson & Greg Lake di sejumlah kota Amerika Serikat sebagai ”pemanasan” menuju High Voltage Festival. Mereka menyuguhkan karya-karya ELP dan band lama Emerson, The Nice, serta band lama Lake, King Crimson. Dalam konser unplugged ini, mereka rutin menyuguhkan hit ELP (”From the Beginning”, ”Bitches Crystal”, ”Take a Pebble”, ”Tarkus”, dan ”C’est la Vie”), hit The Nice, ”America”, dan nomor terkenal King Crimson, ”I Talk to the Wind”.

Sampul depan salah satu album ELP, Tarkus (1971), bergambar trenggiling yang mirip tank dan bersenjata lengkap. Itu simbol kejayaan ELP yang pada tahun 1970-an bagai trenggiling penakluk rock progresif. Komentator rock progresif paling top di Inggris, John Peel, melontarkan komentar menarik saat pertama kali menyaksikan konser ELP di Isle of Wight 40 tahun lalu. ”ELP boros bakat dan arus listrik,” kata Peel yang kagum pada ELP karena kemahiran mereka dan besarnya daya listrik yang disedot sistem suara serta cahaya mereka.

Emerson baru saja melepas kemudi dari The Nice, band rock progresif yang sukses dengan hit ”America”. Lake vokalis King Crimson yang tenar lewat ”I Talk to the Wind” dan ”In the Court of the Crimson King”. Dan, Palmer mantan penggebuk drum Atomic Rooster, band rock progresif pula. Mereka bertiga sejak kecil belajar musik klasik dan multi-instrumentalis.

Mereka band pertama yang mengeluarkan biaya terbesar untuk sistem suara dan cahaya saat konser. Emerson perlu daya listrik puluhan ribu watt dan dana tak terbatas untuk mendukung peralatan dia, termasuk teknologi moog synthesizer penemuan Dr Robert ”Bob” Moog. Belum lagi biaya untuk menyulap dia terbang jungkir balik di udara sambil main piano.

Ia tidak sekadar main piano atau organ, tetapi juga pencipta yang dipengaruhi komposer-komposer klasik, seperti Johan Sebastian Bach, Modest Mussorgsky, Bela Bartok, Aaron Copland, Leos Janacek, sampai Alberto Ginastera. Salah satu interpretasi terbaik ELP terhadap musik klasik disajikan lewat Pictures at an Exhibition (1971), album konser yang coba menginterpretasi ulang karya Mussorgsky.

Dari HELP ke ELP

Sebuah fakta sejarah tak terbantahkan, seorang Jimi Hendrix pun sudah berencana membentuk HELP (Hendrix, Emerson, Lake and Palmer). Hendrix yang bosan dengan bandnya ingin mencoba sesuatu yang lain dengan Emerson, Lake, dan Palmer. ”Kami sudah mengatur rencana. Kami seharusnya latihan sekitar Agustus-September 1970, tetapi ia keburu meninggal,” kenang Lake.

Akhirnya, tugas gitaris diambil alih Lake yang memainkan bas sekaligus vokalis. Jika Emerson untuk album pertama sibuk menyiapkan nomor ”The Barbarian” yang dipengaruhi Bartok atau ”Knife Edge” yang berwarna Janacek, Lake memberikan sentuhan sederhana lewat ”Lucky Man”. Palmer butuh waktu tak lama untuk menyesuaikan diri dengan komposisi Emerson yang rumit.

Mungkin karena ELP musisi andal dan ambisius, mereka ribut ketika memproduksi album kedua, Tarkus. Namun, jerih payah serta konflik itu malah melahirkan karya yang meneguhkan posisi ELP sebagai ”pemimpin” rock progresif kala itu. Apalagi, Tarkus tersaji lewat teknologi rekaman 32 trek yang anyar. Album ketiga, Trilogy (1972), dianggap enteng para kritikus meskipun nomor ”The Endless Enigma” terasa empuk di telinga.

Dan, semua sepakat, mahakarya ELP adalah Brain Salad Surgery (1973) yang multidimensional. Brain kembali jadi wahana bagi Emerson, didukung drum Palmer yang mengagumkan, mengadaptasi karya Ginastera, ”1st Piano Concerto, 4th Movement”, jadi ”Toccata”. Lake unjuk gigi melalui balada ”Still… You Turn Me On” dan kolektivitas ELP mencapai puncak pada ”Karn Evil 9” yang durasi totalnya 29 menit 54 detik.

ELP pada era pasca-Brain memasuki masa stagnasi. Mereka jadi jutawan baru dan makin ambisius melancarkan tur dunia berbiaya mahal dengan teknologi mutakhir. ELP masih berkibar lewat album Works Vol 1 (1977) dan Works Vol 2 (1977). Di Works Vol 1, Lake kreatif melalui lagu-lagu ”C’est la Vie” yang syahdu, ”Hallowed Be Thy Name” yang unik, ”Nobody Loves You Like I Do” yang nge-pop, dan ”Closer to Believing”. Emerson bermain leluasa lewat ”Fanfare for the Common Man” yang diambil dari karya Copland dan ”Pirates”.

Works Vol 2 tak sesukses pendahulunya kecuali dua komposisi Lake, ”Watching Over You” dan ”I Believe in Father Christmas”. Banyak alasan yang menjelaskan mengapa kedua album Works itu dianggap gagal, salah satunya serbuan disko dan punk yang menamatkan riwayat rock progresif. Betapapun, musik rock progresif tak akan pernah mati dan untuk itu tiada kata lain kecuali mengucapkan ”Selamat Datang Emerson, Lake & Palmer”!

Btw, anywer aku si’ suka lagu-nya yg ini : , please check it out :

Disadur dari : http://cetak.kompas.com

Iklan

Tentang lonlide

Just Simple Me ...
Pos ini dipublikasikan di Djan - I Like It !. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s